Flu A H1N1, Bali Perketat Pintu Masuk

Kompas.com - 24/06/2009, 17:16 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan, seluruh pintu masuk ke Pulau Bali, terutama Bandar Udara Internasional Ngurah Rai semakin diperketat menyusul pengumuman resmi masuknya virus Influenza A-H1N1 ke Indonesia. Pastika juga meminta masyarakat tidak panik namun justru meningkatkan kewaspadaan. Mereka yang berisiko tinggi tertular virus influenza A-H1N1 diminta selalu menggunakan masker.

Melalui Kepala Biro Humas Provinsi Bali Putu Suardhika, Pastika menyatakan akan menambah jumlah petugas kesehatan yang bertugas mengawasi kedatangan penumpang di Bandara Ngurah Rai selama 24 jam. Ia juga memastikan perawatan dan pengamanan seorang pasien positif terpapar virus influenza A-H1N1 asal Inggris yang menetap di Melbourne Australia, Bobie Masoner (22), di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dilakukan secara optimal.

Gubernur meminta supaya warga tidak panik. "Yang sakit dirawat dengan optimal di rumah sakit sementara ketersediaan obat oseltamivir di tiap rumah sakit hingga Puskesmas maupun di tiap kantor Dinas Kesehatan mencukupi," kata Suardhika di Denpasar, Rabu (24/6).

Ketua Tim Penanggulangan Virus A-H1N1 RSUP Sanglah dr Agus Somia SpPD menyatakan secara klinis kondisi Bobie sudah membaik, ditandai dengan sudah normalnya suhu tubuh maupun berkurangnya pilek dan batuk. Namun, pascapengumuman Bobie positif terpapar virus influenza A-H1N1, observasi kembali dilakukan menyeluruh. Ia pu n tetap diisolasi di Ruang Nusa Indah, ruang yang memang khusus disediakan untuk merawat pasien flu burung dan kemudian flu A-H1N1.  

Selain merawat Bobie, RSUP Sanglah juga merawat seorang bocah berkewarganegaraan Australia, George Coltman (12) . Ia dilarikan pada Selasa petang dan juga diduga terjangkit virus Influenza A-H1N1.

Kita memang menerima satu orang WN Australia dengan status suspect influenza A-H1N1.Status itu diberikan karena pasien berasal dari daerah endemis. Saat datang, suhu tubuhnya 37,8 derajat Celcius disertai batuk dan pilek, kata Somia.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau